|
kenapa penyesalan selalu datang diakhir? Kenapa harus ada kata menyakiti? Kenapa harus aku yang menyakitinya? Kenapa harus ada 2jalan dipersimpangan? Dimana ada kedamaian? Apa yang harus kuperbuat sekarang? Sedih rasanya, karena aku telah menyakiti hati Dia.tapi, mau bagaimana lagi, hatiku juga sakit kalo tetap berada dalam kebohongan.Benar yang dibilang Halida, devi jahat.Tapi apakah semua ini salahku? Hidup emang nyakitin!tapi, mau bagaimana lagi, Waktu terlalu cepat berjalan. Halida, please jangan buat aku makin bersalah.Aku juga gak pernah mau kalo jadinya kayak gini!Aku harus kayak mana dong!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Aku bingung da, tadi aku dah coba agar dia ngurungin niatnya,tapi dia tetap dengan kata hatinya. Bantu aku da! Bantu aku untuk tidak nyalahin diriku lagi! Tolong da, tolong aku! hanny, please.bantu aku! Tolong lah! jangan salahin aku! Tolong dukung aku.Please!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ayolah, kalian sahabatku.bantu aku tuk keluar dari sini.Please!!!!!!!!!!!!!!!!!! Suatu kekalahan Gemuruh angin... Pecahan ombak... Bersatu bersama jeritanku Bunyi pecahan piring itu... bersatu bersama amrahku Angin... Ada apa dengan gemuruh itu? Ombak... Ada apa dengan pecahan itu? Apa kalian merasakan hal yang sama denganku? Amarahku, isak tangisku, jeritanku... jangan kau hiraukan! Jangan kasihani aku! Kuyakin mata ini tak akan berair Walau kutak rela... Walau kutak mau... Tapi inilah keputusannya... Biarkan aku larut bersama amarahku! Biarkan aku larut bersama asaku! Biarkan aku sendiri! Ini puisi,sebenarnya mau diisi kebinder Valentino, tapi kata 2 sohibku, Gak usah. Ya udah, karena mereka sohibku, jadi kuikuti aja kata mereka. Mudah-mudahan aja mereka masih mau ada disampingku! Karena dengan merekalah, hidup ini bertambah asik. Hanny, halida dan aku. bukanlah sosok yang sama.Kami punya ciri tersendori. tapi, menurutku: Itulah yang terasik Semoga, persahabatab ini tetap utuh selamanya.Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin |
| Leave a Comment: |